SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL KE 50


Jumat, 06 September 2013

KONSEP DASAR KEBUTUHAN SEKSUAL



A.          Konsep Seksualitas

Seksualitas merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Lingkupanseksualitas suatu yang lebih luas dari pada hanya sekedar kata seks yang merupakan kegiatanhubungan fisik seksual. Kondisi Seksualitas yang sehat juga menunjukkan gambaran kualitaskehidupan manusia, terkait dengan perasaan paling dalam, akrab dan intim yang berasal darilubuk hati yang paling dalam, dapat berupa pengalaman, penerimaan dan ekspresi dirimanusia.Seks adalah perbedaan badani atau biologis perempuan dan laki-laki, yangseringdisebut jenis kelamin yaitu penis untuk laki-laki dan vagina untukperempuan.
Seksualitasmenyangkut berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi biologis, sosial, perilaku dankultural. Seksualitas dari dimensi biologis berkaitan dengan organ reproduksi dan alatkelamin, termasuk bagaimana menjaga kesehatan dan memfungsikan secara optimal organreproduksi dan dorongan seksual (BKKBN, 2006).
Seksualitas dari dimensi psikologis erat kaitannya dengan bagaimanamenjalankanfungsi sebagai mahluk seksual, identitas peran atau jenis (BKKBN, 2006).Dari dimensi sosial dilihat pada bagaimana seksualitas muncul dalam hubungan antar manusia, bagaimana pengaruh lingkungan dalam membentukpandangan tentang seksualitasyang akhirnya membentuk perilaku seks (BKKBN, 2006)
Dimensi perilaku menerjemahkan seksualitas menjadi perilaku seksual, yaitu perilaku yangmuncul berkaitan dengan dorongan atau hasrat seksual (BKKBN, 2006).

B.           Sikap Terhadap Kesehatan Seksualitas

Kesehatan seksual adalah kemampuan seseorang mencapai kesejahteraan fisik, mentaldan sosial yang terkait dengan seksualitas, hal ini tercermin dari ekspresi yang bebas namun bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi dan sosialnya misalnya dalam menjagahubungan dengan teman atau pacar dalam batasan yang diperbolehkan oleh norma dalammasyarakat atau agama. Bukan hanya tidak adanya kecacatan, penyakit atau gangguanlainnya. Kondisi ini hanya bisa dicapai bila hak seksual individu perempuan dan laki-lakidiakui dan dihormati (BKKBN, 2006).

C.          Respon Seksual

      Siklus respon seksual normal terdiri dari empat tahap yang terjadi berturutturut.³Normal´ pada umumnya mengacu pada panjang siklus masing-masing fase, dan hasil bercinta yang memuaskan.Empat tahapan siklus respon seksual:

1.      Kegembiraan
2.      Plateau                             
3.      Orgasme
4.      Resolusi
Keempat fase yang dialami oleh laki-laki dan perempuan, meskipun waktu dan panjangdurasi dari masing-masing bervariasi antara kedua jenis kelamin. Selain itu, intensitas darimasing-masing fase dapat bervariasi antara setiap orang, dan antara laki-laki dan perempuan.


1.      Fase kegembiraan adalah tahap pertama, yang dapat berlangsung dari beberapa menitsampai beberapa jam. Beberapa karakteristik dari fase kegembiraan meliputi:
a.       Peningkatan ketegangan otot
b.      Peningkatan denyut jantung
c.       Perubahan warna kulit
d.      Aliran darah ke daerah genital
e.       Mulainya pelumasan Vagina
f.       Testis membengkak dan skrotum mengencang

2.      Fase plateau adalah fase yang meluas ke ambang orgasme. Beberapa perubahan yangterjadi dalam fase ini meliputi :
a.       Fase kegembiraan meningkat 
b.      Peningkatan pembengkakan dan perubahan warna vagina
c.       Klitoris menjadi sangat sensitive
d.      Testis naik ke dalam skrotum
e.       Adanya peningkatan dalam tingkat pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah
f.       Meningkatnya ketegangan otot dan terjadi kejang otot

3.      Fase orgasme adalah puncak dari siklus respons seksual, dan merupakan faseterpendek, hanya berlangsung beberapa detik.
Fase ini memiliki karakteristik seperti berikut:
a.       Kontraksi otot tak sadar  
b.      Memuncaknya denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat pernapasan
c.       Pada wanita, kontraksi otot vagina menguat dan kontraksi rahim berirama
d.      Pada pria, kontraksi otot panggul berirama dengan bantuan kekuatan ejakulasi
e.       Perubahan warna kulit ekstrem dapat terjadi di seluruh tubuh

4.      Tahap terakhir, yang disebut fase resolusi, adalah ketika tubuh secara perlahankembali ke tingkat fisiologis normal.

Fase resolusi ditandai dengan relaksasi,keintiman,dan seringkali kelelahan. Sering kali perempuan tidak memerlukan faseresolusi sebelum kembali ke aktivitas seksual dan kemudian orgasme, sedangkan laki-laki memerlukan waktu pemulihan sebelum orgasme selanjutnya. Seiring pertambahan usia lakilaki, panjang dari fase refraktori akan sering meningkat.
Disfungsi seksual yang paling umum pada pria adalah ejakulasi dini. Masalahini terjadi ketika ada pemendekkan fase kegembiraan dan fase plateau. Dalam rangkauntuk mencegah ejakulasi dini, seorang pria harus belajar bagaimana memperlambatfase kegembiraan dan fase plateau, yang dapat dicapai hanya dengan teknik yang benar dan latihan.

D.          Kehamilan Dan Seksualitas

Perubahan kehidupan seksual dapat terjadi karena perubahan-perubahan yang terjadisecara fisik dan mental, khususnya pada istri dan pasangan itu umumnya. Kondisi yanglemah dari istri seperti karena mual-mual atau muntah, nafsu makan yang menurun akanmembuatnya lemah dan keinginan seksualnya menurun. Kadang-kadang walau suamimengajak, istri sering menolak. Hanya bila suami merasa senang dengan kehamilan itu, diadapat mengatasinya dengan baik.
Pada wanita yang tidak mengalami muntah atau mual yang serius, maka aktivitasseksual tidak akan terganggu. Bahkan cukup banyak dari mereka yang justru meningkatkeinginan seksual serta frekuensi hubungan seksnya karena merasa bahagia telah hamil.Suami-istri senang bersama-sama dan ingin menikmatinya dalam kontak seksual yang sering.Pada 3 bulan kedua, sekitar 80 persen wanita akan meningkat dorongan seksnya. Selain itu,mual atau muntah sudah hilang. Kesehatan umumnya akan meningkat. Perasaan senangkarena hamil. Pada sebagian faktor lain ialah terjadinya pembesaran payudara yang membuatdaya tariknya meningkat. Suami akan merasa lebih bergairah melihat istrinya yang payudaranya bertambah besar serta bahagia karena istri telah hamil. Kedua faktor itumembuat suami juga meningkat keinginan seksnya, sehingga pada sebagian besar pasangankontak seksual akan jauh lebih sering pada periode ini.

                Pada 3  bulan ketiga, beban kehamilan itu sudah memberati si Ibu. Banyak wanitayang jadi susah makan. Juga banyak keringat yang membuatnya tidak bersih, sehingga dayatariknya pun menurun. Selain itu pada kehamilan yang mulai tua, akan timbul peningkatancairan tubuh. Hampir semua badan letih atau bengkak. Air ditahan dalam badan. Akibatnya,cairan vagina juga bertambah. Ada terasa licin yang mengganggu sehingga kontak seksualmenjadi kurang memuaskan.
Pada pasangan-pasangan yang saling mencintai akan senang akan kehamilan itu, pertambahan cairan vagina tak akan mengganggu. Tetapi pada orang-orang yang sangatmendambakan kenikmatan seksual, apalagi bila ada konflik suamiistri, maka kondisi itudapat menjadi biang keladi kekurang puasan sampai pada hubungan seks luar nikah. Bila percekcokan atau hubungan diluar nikah sampai terjadi, maka perlu dicari penyebabnya.Apakah pribadi suami yang mengakibatkan pertambahan cairan vagina sebagai gara-gara atauada konflik diantara mereka.
            Pada sebagian wanita hamil berat, maka kontak seksual dirasakan ancaman terhadapkehamilan. Bila rahim dengan bayi telah mulai menurun kearah vagina, maka penis suamidapat membentur daerah rahim. Stimulasi yang berat ke leher rahim akan membuat seluruhrahim bergerak seolah-seolah mau melahirkan. Bahkan ada yang bisa gugur. Timbul kontraksi rahim yang kuat. Kadang ada darah, ancaman keguguran menjadi kekhawatiran.Karenanya sebagaian wanita menolak melakukan hubungan seksual pada akhir-akhir kehamilan.
            Pada kondisi dimana keguguran sering terjadi, maka sepantasnyalah hubungan seksdilakukan dengan berhati-hati. Bila keguguran telah sering terjadi dan kehamilan belum pernah berlangsung selamat, maka sebaiknya 3 bulan pertama dilarang atau berhentimelakukan hubungan seks.
            Sesudah 3 bulan pertama lewat, hubungan seks dapat dicoba kembali dengan sangathati-hati sehingga penis diharapkan tidak membentur daerah rahim. Namun bila terasa sakitatau keluar darah, maka sebaiknya senggama dihentikan. Demikian juga pada akhir-akhir kehamilan. Benturan yang terlalu keras dari penis terutama ke daerah rahim, akan membuatkontraksi rahim sangat kuat seperti akan melahirkan. Ini membuat si Ibu ketakutan dankesakitan. Dalam keadaan demikian hubungan seks harus dilakukan hati-hati dan jangansampai didorong kuat-kuat. Dengan demikian penis tidak terlalu jauh masuk ke dalam namundiharapkan keduanya masih bisa mencapai kepuasan.
Tetapi sering justru cara dan sifat suami yang sulit. Ada suami yang sudah terbiasakuat-kuat dengan harapan istri akan lebih puas padahal justru bahaya jadi mengancam.
 
Pada 3 bulan ketiga, beban kehamilan itu sudah memberati si Ibu. Banyak wanitayang jadi susah makan. Juga banyak keringat yang membuatnya tidak bersih, sehingga dayatariknya pun menurun. Selain itu pada kehamilan yang mulai tua, akan timbul peningkatancairan tubuh. Hampir semua badan letih atau bengkak. Air ditahan dalam badan. Akibatnya,cairan vagina juga bertambah. Ada terasa licin yang mengganggu sehingga kontak seksualmenjadi kurang memuaskan.Pada pasangan-pasangan yang saling mencintai akan senang akan kehamilan itu, pertambahan cairan vagina tak akan mengganggu. Tetapi pada orang-orang yang sangatmendambakan kenikmatan seksual, apalagi bila ada konflik suamiistri, maka kondisi itudapat menjadi biang keladi kekurang puasan sampai pada hubungan seks luar nikah. Bila percekcokan atau hubungan diluar nikah sampai terjadi, maka perlu dicari penyebabnya.Apakah pribadi suami yang mengakibatkan pertambahan cairan vagina sebagai gara-gara atauada konflik diantara mereka.Pada sebagian wanita hamil berat, maka kontak seksual dirasakan ancaman terhadapkehamilan. Bila rahim dengan bayi telah mulai menurun kearah vagina, maka penis suamidapat membentur daerah rahim. Stimulasi yang berat ke leher rahim akan membuat seluruhrahim bergerak seolah-seolah mau melahirkan. Bahkan ada yang bisa gugur. Timbulkontraksi rahim yang kuat. Kadang ada darah, ancaman keguguran menjadi kekhawatiran.Karenanya sebagaian wanita menolak melakukan hubungan seksual pada akhir-akhir kehamilan.Pada kondisi dimana keguguran sering terjadi, maka sepantasnyalah hubungan seksdilakukan dengan berhati-hati. Bila keguguran telah sering terjadi dan kehamilan belum pernah berlangsung selamat, maka sebaiknya 3 bulan pertama dilarang atau berhentimelakukan hubungan seks.Sesudah 3 bulan pertama lewat, hubungan seks dapat dicoba kembali dengan sangathati-hati sehingga penis diharapkan tidak membentur daerah rahim. Namun bila terasa sakitatau keluar darah, maka sebaiknya senggama dihentikan. Demikian juga pada akhir-akhir kehamilan. Benturan yang terlalu keras dari penis terutama ke daerah rahim, akan membuatkontraksi rahim sangat kuat seperti akan melahirkan. Ini membuat si Ibu ketakutan dankesakitan. Dalam keadaan demikian hubungan seks harus dilakukan hati-hati dan jangansampai didorong kuat-kuat. Dengan demikian penis tidak terlalu jauh masuk ke dalam namundiharapkan keduanya masih bisa mencapai kepuasan.Tetapi sering justru cara dan sifat suami yang sulit. Ada suami yang sudah terbiasakuat-kuat dengan harapan istri akan lebih puas padahal justru bahaya jadi mengancam.
            Kemungkinan juga karena keduanya sudah terangsang tinggi, maka secara otomatisdan tanpa sadar mendorong sekuat-kuatnya. Akibatnya timbul benturan penis dengan leher rahim. Inipun akan mengancam keguguran.

E.     Masalah Yang Berhubungan Dengan Seksualitas

Adapun penyebab dari masalah seksualitas adalah antara lain:

1.      Ketidaktahuan mengenai Seks

Lebih dari 70% wanita di Indonesia tidak mengetahui dimana letak klitorisnya sendiri.Sebuah hal yang sebenarnya sangat penting tetapi tidak diketahui oleh banyak orang.Masalah ketidaktahuan terhadap seks sudah betul-betul merakyat. Ini berpangkal darikurangnya pendidikan seks yang sebagian besar dari antara masyarakat tidak memperolehnya pada waktu remaja. Tidak jarang, pengetahuan seks itu hanyalah sebatas informasi, bukan pendidikan. Itu terjadi karena mereka tidak mendapatkan pendidikan seks di sekolah ataulembaga formal lainnya.
Akibatnya, keingintahuan soal seks didapatkannya dari berbagai media. Untuk ituorang tua hendaknya memberikan pendidikan soal sekskepada anak-anaknya sejak dini. Salahsatunya dengan memisahkan anakanaknya tidur dalam satu kamar setelah berusia sepuluhtahun, sekalipun sama-sama perempuan atau laki-laki. Demikian halnya denganmenghindarkan anak-anaknya mandi bersama keluarga atau juga temantemannya.
Orang tua harus menjawab jujur ketika anaknya bertanya soal seks. Jawaban-jawaban yangdiberikan hendaknya mudah dimengerti dan sesuai dengan usia si anak. Karena itulah, orangtua dituntut membekali dirinya dengan pengetahuan-pengetahuan tentang seks. Terlebih lagi, perubahan fisik dan emosi anak akan terjadi pada usia 13 ± 15 tahun pada pria dan 12 ± 14tahun pada wanita. Saat itulah yang dinamakan masa pubertas yaitu masa peralihan dari masaanak-anak menjadi remaja. Pada saat itu pula, mereka mulai tertarik kepada lawan jenisnya.
Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak serta penuh keingintahuan dan petualangan akan hal-hal baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak.Sayangnya, banyak di antara mereka tidak menyadari beberapa pengalaman yang tampaknyamenyenangkan justru dapat menjerumuskan. Rasa ingin tahu para remaja kadang-kadangkurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Itu pun terjadiakibat kurangnya kontrol orang tua dan minimnya pendidikan seks dari sekolah atau lembagaformal lainnya.

2.      Kelelahan

Rasa lelah adalah momok yang paling menghantui pasangan pada jaman ini dalammelakukan hubungan seks. Apalagi dengan meningkatnya tuntutan hidup, sang wanita harusikut bekerja di luar rumah demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Pada waktu suami istri pulang dari kerja, mereka akan merasa lelah. Dan pasangan yang sedang lelah jarangmerasakan bahwa hubungan seks menarik minat. Akhirnya mereka memilih untuk tidur.Kelelahan bisa menyebabkan bertambahnya usaha yang diperlukan untuk memuaskankebutuhan lawan jenis dan merupakan beban yang membuat kesal yang akhirnya bisamemadamkan gairah seks.

3.       Konflik

Sebagian pasangan memainkan pola konflik merusak yang berwujud sebagai perangterbuka atau tidak mau berbicara sama sekali satu sama lain. Konflik menjadi kendalahubungan emosional mereka. Bahkan ini bisa menggeser proses foreplay. Pasangan dapatmempertajam perselisihan mereka dengan menghindari seks atau mengeluarkan ungkapan negatif atau membandingkan dengan orang lain, yang sangat melukai perasaan pasangannya.Kemarahan dan kecemasan yang tidak terpecahkan bisa menyebabkan sejumlah masalahseksual antara lain masalah ereksi, hilang gairah atau sengaja menahan diri untuk tidak  bercinta. Perbedaan antara satu orang dan lainnya biasanya tidak baik dan tidak juga buruk.Jadi haruslah dipandang hanya sebagai perbedaan. Kemarahan, ketegangan atau perasaankesal akan selalu menghambat gairah seks.

4.      Kebosanan

Seperti halnya menggosok gigi atau menyetel alarm jam, seks bisa dianggap seperti “kerja malam”. Hubungan seks yang rutin sebelum tidur sering menjadi berlebihan sampai kesuatu titik yang membosankan. Yang mendasari rasa bosan itu adalah kemarahan yangdisadari atau tidak disadari karena harapan anda tidak terpenuhi. Masalah ini diderita olehkebanyakan pasangan yang sudah hidup bersama bertahun-tahun. Sebagian pasangan yangsudah hidup bersama untuk jangka waktu yang lama merasa kehilangan getaran kenikmatanyang datang ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan yang baru. Orang demikianmelihat rayuan penguat ego, dibandingkan bila bersenggama dengan mitra baru.

F.     Seksualitas Dalam Proses Keperawatan

1.      Pengkajian

Katagori :
a)      klien menerima pelayanan kesehatan untuk kehamilan, dll, atau PMS
b)      klien yang sakit atau dalam mendapat terapi yang kemungkinan dapatmempengaruhi fungsi seksualnya
c)      klien yang secara jelas mempunyai masalah seksual

Pengkajian seksual mencakup:
a)      Riwayat Kesehatan
·         Seksualpertanyaan masa lalu atau tidak mengetahui apakahklien mempunyai masalahkekhawatiran seksual.
b)      PengkajianFisik 
·         inspeksi dan palpasi
c)      Identfkasi klien yang beresiko
Misalnya :
a.       adanya gangguan struktur atau fungsi tubuh akibat trauma, dll 
b.      riwayat pnganiayaan seksual.
c.       kondisi yang tidak menyenangkan
d.      terapi medikasi spesifik yang dapat menyenangkan masalah seksual.
e.       gangguan aktivitas fisik sementara maupun permanen
f.       konflik nilai-nilai antara kepercayaan pribadi dengan aturan religi.

2.      Diagnosa Keperawatan

a. Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan (b.d)
·         Ketakutan kehamilan
·         Efek antihipertensi
·         Depresi perpisahan dengan perceraian

b. Disfungsi seksual b.d
·         edera medulla spinalis 
·         penyakit kronis
·         nyeriansietas mengenai penempatan di RSc.

c. Gangguan Citra tubuh b.d
·         efek masektomi
·         disfungsi seksual 
·         perubahan pasca persalinan


d.Ganguan harga diri b.d
·         kerentanan yang dirasakan setelah mengalami serangan infrak miokardium 
·         pola penganiayan ketika masih kecil

3.      Perencanaan

Tujuan yang dicapai mencakup :
a. mempertahankan, memperbaiki, atau meningkatkan kesehatan seksual 
b. meningkatkan pengtahuan seksualitas dan kesehatan
c. mencegah PMS
d. mecegah kehamilan yang tidak diinginkan
e. meningkatkan kepuasan terhadap tingkat fungsi seksual
f.memperbaiki konsep seksual diri

4.      Implementasi

Proses kesehatan seksual
a.  perawat : keterampilan komuniksi yang baik  
b. Topik tentang penyuluhan tergantung
c. karakteristik dan faktor yang berhubungn
d. Rujukan mungkin diperlukan

5.      Evaluasi
a.    Evaluasi tujuan yang telah ditentukan dalam perencanaan 
b.   Klien, pasangan perawat mungkin harus mengubah harapan atau menetapkan         jangkawaktu yang lebih sesuai untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
c.    Komunikasi terbuka dan harga diri yang positif dalam artian penting.
                   

Tidak ada komentar: